OPINI KURIKULUM

MEMPERCANTIK PENDIDIKAN DENGAN
KURIKULUM YANG JELAS

By. Nurkhasanah

Mengapa disebut Revolusi kurikulum ?
Majalah yang satu ini bukan sekadar memberikan wejangan untuk dinikmati, melainkan untuk mengasah pola analisis pendidikan yang sedang terjadi. Remaja masa kini, kurang peduli terhadap pendidikan yang diembannya. Hanya mengeluh, terus mengkritik, tak ada solusi.
Revolusi yang biasa kita kenal pada dasarnya adalah bumi mengelilingi matahari, sekarang kita ganti bahwa revolusi sama dengan pendidikan, yang artinya pendidikan mengelilingi dunia dalam berbagai bidang.
Revolusi besar pun terjadi lantaran tugas membuat indikator penilaian dan materi pelajaran diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Kurikulum yang disusun Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) hanya memuat standar isi dan standar kompetensi lulusan.
Saya sepakat berita miring di dunia pendidikan memang perlu dikaji ulang, lihat fakta empiris yang sudah terjadi pada pendidikan sebelumnya, bandingkan sistem belajar seperti apa harus dikembangkan di era no moral ini.

Apa saja fakta yang terjadi ketika pendidikan muncul ?
Faktanya, akan melahirkan jiwa jiwa nasionalis. Pada dasarnya pendidikan pertama kali diterapkan oleh Belanda biasa disebut rencana pembelajaran (leer plann : bahasa Belanda) setelah kemerdekaan, 1947 mulai digulirkan rancangan. 1950 mulai digunakan pada sekolah sekolah. Memuat 2 hal pokok. Mata pelajaran yang menggunakan prinsip mengurangi pendidikan pikiran melainkan pendidikan watak, dihubungkan dengan kehidupan sehari hari. Sekitar 16 mata pelajaran di sekolah rakyat, serta jam pelajarannya.
            Apa saja keunikan yang muncul ketika pendidikan ada ?
Ektrakulikuler disebut dengan sistem gotong royong, dimana banyak siswa berbondong untuk berpartisipasi. Uniknya lagi, masyarakat bukan tidak mampu untuk membayar pendidikan, melainkan terbiasa untuk meminta bantuan, alhasil banyak yang di DO bukan karena tidak punya biaya melainkan siswa tidak bertanggung jawab terhadap pendidikannya. Hampir warga miskin untuk sekolah diberikan uang jajan sebesar Rp 3000 oleh orang tuanya, misal bayar Rp 20.000 untuk pendidikan saja tidak sanggup. seharusnya jangan dibebaskan begitu saja, minimal dibebankan sekian rupiah supaya mereka lebih bertanggung jawab.

Apa saja perbandingan setiap pergantian kuikulum ?
Terurai tahun 1947 yaitu rencana pembelajaran dipelopori oleh Belanda, pendidikan bersifat politis yang mengedepankan kepentingan nasional dan asas dalam pencasila. Disebut rencana pembelajaran 1952, kurikulum lebih merinci dengan mengembangkan daya cipta, karya, rasa, karsa dan moral. Kurikulum 1968 lebih bersifat politis tujuannya pembentukan pancasila manusia sejati. Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan agar pendidikan lebih efektif dan efisien, namun kurikulum ini banyak dikritik karena guru dibuat sibuk menulis rincian apa yang akan dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran. Kurikulum 1984, mengusung process skill aproach dengan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), dalam kurikulum 1984 banyak yang salah menafsirkan CBSA, bahwa suasana ruang kelas menjadi gaduh lantaran berdiskusi. Kurikulum 1994 dan suplemen kurikulum 1999 mengaitkan 2 masa antara kurikulum 1975 dan 1984 yaitu pendekatan tujuan dan pendekatan proses

Bagaimana solusi yang seharuskan disikapi oleh masyarakat, peserta didik dan utamanya adalah pemerintahan mengenai pendidikan  ?
Luar biasa, keanekaragaman Pendidikan yang dimiliki Indonesia, ada SMA dengan keunggulan siswa mendalami ilmu umum IPA, IPS dan  Sastra yang mengkaji bahasa tertentu, MA (Madrasah Aliyah) hampir sama dengan SMA, bedanya terdapat juruan Keagamaan, mata pelajaran lebih didominasi pada ajaran Islam, serta SMK dengan segala keunggulan dibidangnya. Baik yang bersifat menyalurkan hobi
Akhirnya saya menemukan sebab mengapa orang Indonesia tidak dapat berkompetisi dengan negara lain atau sedikit dari Indonesia gugur karena negara lain. Sebab, generasi indonesia diberikan wejangan yang merusak, misal diadakan tes masuk perguruan tinggi baik SNMPTN, SBMPTN, Mandiri, dalam menjawab soal sudah diberikan 4 – 5 pilihan, bisa saja menjawabnya dengan cap cip cup atau menghitung kancing. Dari dulu sampai sekarang sudah menjadi kultur Indonesia dalam membuat soal, seharusnya dibuat soal dengan sistem menganalisis masalah, mencari rumusan sertakan pembuktian dan kuatkan dengan argumen. Pemerintah tatkala tidak berani mengambil keputusan demikian karena telah menjadi kultur, mengakibatkan Indonesia tidak mampu mengungguli negara besar dengan sistem yang selangit.


How to development Champion spirit in Child area ?
Mudah sekali hanya dengan mengenal, merasa dan melakukan dengan senang dan fokus, semua berjalan dengan kemenangan.
Bagaimana menuntaskan permasalahan pendidikan ?
permasalahan itu tak lain dan tidak ragu lagi, karena dana yang mengucur untuk pendidikan tidak ada, sehingga banyak anak miskin tidak dapat sekolah dengan tenang dan harus memikirkan nasib mereka serta keluarga. Sejak tahun 2001 banyak peeusahaan mendirikan Founder Beasiswa baik dalam maupun luar untuk pendidikan anak bangsa. tak heran, kini lebih banyak warga miskin dapat menuai prestasi di negri orang. Sebabnya, mereka lebih baik mengabdi untuk perusahaan besar yang membantu melancarkan akademik mereka. Spirit juang yang tinggi mengantarkan meraka kepada jalan yang sebenanya. Ternyata mudah mendapatkan beasiswa hanya dengan sedikit usaha. Modalnya hanya satu, Konsisten berjuang.  
Adakah Pendidikan yang lebih menyenangkan dibanding sekolah formal pada umumnya ?
Tentu saja ada. Homescooling menjadi alternatif sekolah, homeschooling atau sekolah informal sangat efektif untuk pembelajaran menyenangkan, selain bermain juga mengutamakan Kurikulum yang telah ditetapkan. Jadi, Homeschooling seperti sekolah formal yang berjalan normal, bahkan menjadi mudah untuk orang orang berkebutuhan khusus, menderita sakit kronis, kesulitan belajar (learning dissability), anak hiperaktif, anak yang berbakat (gifted), dan lain sebagainya  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KONSEP DASAR PEMBIAYAAN PENDIDIKAN

DEBAT POSISI KONTRA "KORUPSI PADA SEKTOR PENDIDIKAN"