Tuan. . . Biarkan Aku Sekolah dengan Tenang !

Ketika suara bergeming dari bibir bocah sedang iri dengan keadaan teman sebayanya untuk dapat bersekolah. Hal itu hanya mimpi seorang anak yang ingin menimba ilmu, tapi . . . lain hal ketika pemerintah membuka mata dan melihat generasi bangsa terpuruk akibat beban biaya sekolah serta masyarakat peduli terhadap sesama. Tengoklah, sejumlah anak jalanan yang merasa dirinya tidak dihargai oleh pemerintah, sehingga kebrutalan terus melanda generasi bangsa kreatif yang saya akui ini. Masalah sekecil apapun perlu perhatian dan kerjasama masyarakat untuk meminimalisir tindak kriminal dari ujung kota sampai perbatasannya. Banyak saya temui dan mulai akrab dengan beberapa bocah, mereka berani menceritakan masalah apa yang dialaminya bersama teman seperjuangan. Sebut saja anak seorang pemulung yang tiap hari membantu orang tuanya mencari rupiah demi rupiah untuk makan hari itu, bahkan tak meneganal laptop, “Laptop itu apa kak ?” ujarnya. Tapi semangat mereka untuk terus belajar dan haus akan ilmu seolah tak pernah surut. Entah dari koran atau majalah bekas hasil tangkapannya, sampai mereka merasakan bahwa dunia politik memang kejam. Disisi lain, orang tua pun apatis terhadap pendidikan, karena tidak memahami apa guna pendidikan untuk mensejahterakan taraf keluarga. Salah satu tugas pemuda Indonesia menanggapi persoalan sekecil ini. Wajib dibuat forum “Komunitas Unggul Anak Kreatif” atau KUAK, dari kata dasar yang berarti mengungkap apapun hambatan pendidikan masa kini. Bukan pemuda bangsa jika tidak bertindak, akan kita pengaruhi semua lapisan industri dengan pendidikan ! Apa kata dunia ? Indonesia, negara begitu megah, luas dan elegant, tetapi pemuda pemudinya tak bermutu ! Kutipan bahwa “Buku adalah jendela Dunia”, mampu menjadi alasan warga Indonesia senantiasa membuka mata terhadap globalisasi yang semakin hari semakin memunculan hal kreatif nan inovatif. “Dalam pendidikan, tak ada kata menyerah karena menyerah adalah jalan pintas buat si pecundang !”, ungkap salah satu siswa rumah pohon di klender. Luar biasa, hanya kata yang terungkap, hanya permintaan yang terucap untuk teman senasibnya bak memberi semangat ! dan buktikan bahwa kita BISA ! Prihatinnya lagi, bocah - bocah itu berada disekitar saya. Tidak habis pikir, masih saja hal semacam ini tidak digubris pemerintah setempat. Padahal, potensi masa depan Negeri nan elok akan dipegang mereka. Kembali saya temui, sungguh super sekali di daerah Jombang, belakang stasiun Sudimara. Anak - anak begitu semangatnya untuk mengaji, sampai mengaji sendiri di mushola, tanpa bimbingan orang tua atau ustadz. Generasi masa kini memang luar biasa ! apalagi diasah dengan ilmu agama sebagai filter dalam bertindak, sehingga tak ada lagi koruptor. Demi kelancaran proses pembelajaran, saya membutuhkan fasilitas penunjang, seperti white board, buku tulis, Iqro, ATK dan paling utama adalah SDM. Tak cukup hanya melihat penderitaan generasi bangsa, mari lakukan tindakan nyata demi perubahan. Mimpi saya akan terealisasi dengan dukungan banyak pihak seperti membangun semangat belajar dengan buku bacaan (Perpustakaan “Easy to Learn, Easy to Know and Easy to Doing”), seiring berjalannya partisipasi siswa didik, di sisi lain akan kita terapkan pengetahuan kepada para orang tua tentang “Apa, mengapa dan bagaimana pendidikan itu”. Singkat impian saya, ingin mewujudkan kota tercinta berpendidikan dan mempengaruhi teknologi bukan teknologi yang mempengaruhi kita. Memberdayakan anak jalanan dengan mengembangkan kreatifitas dan daya seni melalui recycle, pembuatan kompos dan tak luput jargon go greennya. Selain fasilitas memadai untuk proses belajar mengajar, pemimpin bangsa harus memiliki karakter good behaviour. Perilaku yang baik akan berimpact pada masyarakat setempat, Wilayah, Provinsi bahkan negara. Sebenarnya pendidikan yakni masalah masa lalu yang seharusnya sudah usai dalam penanganan. Kalau begini caranya . . . golongan muda seperti kitalah harus menjadi agent of change ! Kerjakan dari yang sederhana menuju perubahan luar biasa !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KONSEP DASAR PEMBIAYAAN PENDIDIKAN

DEBAT POSISI KONTRA "KORUPSI PADA SEKTOR PENDIDIKAN"